Jumat, 08 Januari 2010

PENGARUH SISTEM PENCAHAYAAN TERHADAP KUALITAS PADA STUDIO TELEVISI

Dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi yang sangat pesat dewasa ini, maka sektor pendidikan dan kejuruan harus selalu tanggap dan mampu menggunakan peralatan dari hasil-hasil perkembangan ilmu dan teknologi. Sektor pendidikan memerlukan tenaga kerja yang berkualitas dan kompetensi dalam bidang pendidikan. Tersedianya tenaga pendidikan yang memiliki kualitas dan potensi sesuai dengan bidang studinya merupakan usaha pemenuhan salah satu program pembangunan pada sektor pendidikan, yaitu meningkatkan mutu dan perluasan pendidikan. Falkutas Teknik Universitas Negeri Jakarta adalah unsure pelaksana serbagai tenaga pokok Universitas dalam bidang pendidikan, pengembangan panelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang teknologi dan kejuruanserta melaksanakan pembinaan akademik.
Dari latar belakang di atas dapat diindetifikasi hal-hal sebagai berikut:
1. Apakah sistem pencahayaan dapat mempengaruhi kualitas gambar pada studio televisi ?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas gambar pada studio televisi ?
3. Apakah kuat cahaya dapat mempengaruhi kualitas gambar pada studio televisi ?
4. Apakah jenis lampu yang dipergunakan dapat mempengaruhi kualitas gambar pada studio televisi ?
5. Apakah warna lampu dapat mempengaruhi kualitas gambar pada studio televisi ? Karena cakupan mengenai ini cukup luas maka penelitian ini hamya dibatasi pada masalah: Mengukur intensitas penerangan yang dihasilkan oleh lampu yang dipergunakan serta jenis lampu yang dipergunakan pada studio Televisi Tranformasi Indonesia (Trans TV).
Dari indentifikasi masalah yang ada sebagai berikut: “Apakah sistem pencahayaan dapat mempengaruhi kualitas gambar pada studio televisi ?”
Berdasarkan masalah yang telah penulis rumuskan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sistem pencahayaan dapat mempengaruhi kualitas gambar pada studio televisi.
Penelitian ini dilakukan dengan harapan mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem pencahayaan yang digunakan secara khusus di PT. Televisi Transformasi Indonesia ( TRANS TV ) dan secara umum di stasiun-stasiun televisi lainnya.

Metode penelitian
Metode yang digunakan penulisan dalam penelitian ini adalah metode survei Epidemiologis analitis cross sectional. Survai ini bertujuan untuk mempelajari korelasi antar factor resiko dan efek. Observasi dikerjakan sekaligus pada saat, jadi menggunakan pendekatan saat tertentu
Hasil penelitian
Dari pengamayan yang telah dilakukan di Studio Televisi Transformasi Indonesia maka didapati system pencahayaan dibagi menjadi tiga bagian lampu inti yaitu:

1.Lampu Utama
1.1 Key Light
sesuai namanya, Key Light adalah cahaya utama yang memberi efek yang paling dominan Pada subyek. Oleh karena itu intensitasnya paling besar dan menimbulkan bayangan. Letak Key Light ideal adalah antara 30-450 dari sisi kanan kamera. Vertical angle Key Light idealnya adalah 450 dari subyek
1.2 Fill Light
Fill Light adalah cahaya tambahan yang berguna umtuk menghilangkan atau meminilisir bayangan yang ditimbulkan oleh Key Light.
1.3 Back Light
Back Light adalah sumber cahaya yang datang dari belakang subyek.
1.4 Background Light
Perbedaan Background Light dengan Back Light adalah: cahaya Back Light untuk menerangai daerah belakang subyek, sedangkan cahaya Back Light untuk menerangi depan set atau latar belakang
2 Lampu Warna (Color Light)
Selain empat lampu yang digunakan, digunakan juga lampu warna (colour light). Lampu warna atau lampu colour light disebut lampu PAR (Parabolic Aluminized Refector). Lampu PAR memiliki daya lampu 1000 watt engan tegangan 220 volt. Terdapat tiga macam lampu Par antara lain:
PAR Medium: cahaya yang dihasilkan atau di pancarkan meluas kesegala arah,oleh sebab itu PAR ini tidak memiliki garis cahaya
PAR Nero: cahaya yang dihasilkan atau dipancarkan sedikit lebih kecil dari PAR medium. Lampu ini memiliki garis cahaya.
PAR Parinero: cahaya yang dihasilkan atau di pancarkan lebih tajam dari kedua macam lampu PAR diatas, sehingga akibat ketajaman cahaya yang dihasilkan dapat dilihat garis cahayanya.
Selain lampu PAR digunakan juga lampu ACL (Aircragt Landing Light), tetapi lampu ACL ini menggunakan arus DC sebesar 24 volt dengan daya lampu sebesar 650 watt
3. Lampu Efek
Lampu efek sebenarnya ada banyak tetapi yang sering kali digunkan di studio Televisi Transformasi Indonesia antara lain:
A. Technobeam
Lampu efek ini memiliki 12 pook warna pilihan, dengan daya lampu yang dihasilkan 375 watt; 100V-240V, 50/60Hz, kelebihan lampu efek ini memiliki gobo (bentuk cahaya). Bentuk cahaya yang dihasilkan bisa berbentuk bintang,lingkaran, segitiga, dan lain-lain
B. Cyberlight
Lampu efek cahaya sama dengan lampu efek Technobeam, yang membedakan Cyberlight dengan Technobeam adalah daya lampu yang dihasilkan 1300 watt; 208V-230V, 50/60Hz. Hanya memiliki pokok 8 warna cahaya pilihan
C. Studio Colour
Lampu efek studio colour memiliki 8 pokok warna cahaya pilihan. Daya yang dihasilkan 700W ; 100V-240V, 50/60Hz
D. Studio Beam
Lampu efek studio beam sama dengan studio colour. Studio beam memiliki 3 pokok warna cahaya pilihan. Daya yang dihasilkan 100W; 100V-240V, 50/60Hz lampu ini juga tidak memiliki gobo (warna cahaya)

Salah satu unsur yang penting dalam tayangan televisi adalah pencahayaan. Pencahayaan yang dipakai bukan hanya sekedar untuk memperlihatkan pertujukan saja, tetapi dapat memberi efek-efek yang lain. Karena dari pencahayaan yang digunaka dapat mempengaruhi hasil gambar secara visual. Hal inilah yang menjadi perhatian penting sebuah studio televisi. Selain itu juga mutu cahaya mempunyai efek kejiwaan pada bawah sadar, tidak hanya pada mata tapi juga kepada emosi dan persepsi kita pada lingkungan yang diakibatkan secara langsung oleh karakter cahaya sekelilingnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar